membersihkan usus awal kesehatan

Pentingnya Kesehatan Pencernaan ( Colon Cleansing )

Seiring kemajuan teknologi, jenis dan produksi obat-obatan alami (herba) juga mengalami perkembangan. Bahkan negara-negara barat yang terkenal dengan obat-obat kimianya seperti Inggris, AS dan  Jerman, juga tak mau ketinggalan dalam mengembangkan obat alami.  Pengembangan obat-obat alami di negara-negara maju, semakin dipacu dengan muculnya budaya masyarakat setempat yang dikenal dengan istilah ‘back to nature’ yaitu kembali ke obat-obat alami. Budaya ini muncul karena kesadaran mereka, dari pengalaman mereka, dalam pengobatan akan penyakit yang mereka derita, dengan menggunakan obat alami.

Pengalaman mereka telah membuktikan bahwa obat alami tidak menimbulkan efek samping. Berbeda dengan obat kimia yang mempunyai efek samping, merusak sistem pencernaan.

Sistem pencernaan merupakan hal utama, baik dalam alur pengobatan ataupun dalam menjaga kesehatan kita. Sistem pencernaan adalah pabriknya makanan dalam tubuh kita.  Dengan demikian hasil produksinya harus kita jaga agar tetap baik, jangan sampai terkontaminasi ( tercemar )  dengan kotoran kita sendiri (auto intoxication).

Penyebab timbulnya gangguan pada sistem pencernaan, antara lain :

1.   Kurang Tidur.

Kurang tidur akan merusak vitamin C dalam tubuh kita, menyebabkan panas dalam sehingga kotoran akan bersifat asam dan lengket dengan dinding usus.

2.   Obat kimia.

Obat kimia akan membunuh bakteri usus yang menguntungkan, memacu tumbuhnya bakteri yang merugikan ( Pathogen ), sehingga kotoran bersifat asam dan lengket dengan dinding  usus.

3.   Makanan siap saji ,  instant ( fast food ).

Sama dengan obat kimia, karena makanan tersebut mengandung :

a.  Pengawet contoh : bakso, saus, kecap.

b.  Pewarna contoh  :  Mie, saus, kecap.

c.  Perasa, pemanis dan micin  :  Minuman energi, saus, kecap.

d.  Pengembang roti.

e.  Pengenyal mie contoh : mie ayam.

4.   Kebiasaan makan.

a.  Sehabis makan langsung tidur, menyebabkan perjalanan makanan dari lambung ke usus lambat, memacu pengeluaran enzim perut berlebihan, terjadi ketidak seimbangan enzim perut dan makanan keburu busuk sebelum diserap usus.

b.  Selalu makan produk hewani dan kurang makan sayuran ( makanan berserat ) , menyebabkan sembelit dan najis bersifat asam.

c.  Makan dengan porsi berlebihan, menyebabkan lambung terlalu mengembang, menekan paru-paru dan usus. Posisi usus akan cenderung turun dari posisi semula.

d.  Makan makanan yang terlalu pedas, terlalu panas, terlalu dingin. Hal ini akan memacu pengeluaran enzim perut, secara berlebihan sehingga usus menjadi radang.

Obat kimia dan zat-zat kimia dalam makanan akan ‘membunuh bakteri-bakteri usus yang menguntungkan’ , sehingga penyakit / kuman berkembang biak di usus, menyebabkan kotoran menjadi bersifat asam dan akhirnya kotoran tersebut akan lengket, menempel erat pada dinding usus terutama pada lipatan-lipatan usus. Kotoran tersebut tetap lengket, tidak ikut terbuang ketika kita ke belakang buang kotoran. Bahkan semakin lama akan semakin keras, hitam dan bau, karena proses penyerapan oleh usus tetap terjadi walaupun kotoran tersebut, sudah busuk, bau dan bersifat racun. Dalam kajian autopsi mayat, kotoran yang lengket tersebut, berkisar antara 10 – 15 kg, yang melekat pada usus orang dewasa.

Dengan kejadian tersebut maka sistem pencernaan mulai terganggu. Sari makanan yang diserap usus harus melewati kotoran yang lengket tersebut, sehingga bersamaan dengan terserapnya sari makanan terserap pula kotoran yang lengket tersebut. Hal ini disebut peracunan tubuh secara otomatis (auto intoxication).

Secara normal, makanan yang dicerna akan melewati sistem pencernaan selama  14 jam. Kekurangan makanan berserat, akan menyebabkan proses pencernaan lebih dari 14 jam, sembelit, kotoran mengeras dan bau.  Selain terjadi auto intoxication, sembelit dapat menyebabkan radang pada rectum dan wasir ( ambien  ).

Kebiasaan makan yang buruk, akan menyebabkan pengeluaran enzim perut berlebihan, enzim perut tidak seimbang, radang lambung ( maag ) , mengakibatkan radang usus, dan diare.

Efek buruk gangguan pencernaan :

1. Gangguan Hati ( Lever )

Lever berfungsi sebagai pengontrol kolesterol, pemusnah racun dan penyakit ( pathogen ). Auto intoxication menyebabkan lever bekerja terlalu berat. Jika hal ini berlanjut, lever bisa sakit, fungsi lever menurun. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kolesterol. Jika berlanjut maka lever bisa bengkak, tumor,  kanker hati ( sirosis ), perut membesar ( kembug – jawa ).  Hingga saat ini, rumah sakit tidak berani melakukan operasi pengangkatan tumor ( kanker hati ), dan sirosis tidak bisa disembuhkan oleh obat kimia.

2. Gangguan Jantung.

Menurunnya fungsi lever, akan meningkatkan kolesterol darah. Darah akan mengental, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah tersebut. Hal ini ditandai dengan munculnya tekanan darah tinggi, migren, sering pusing, gemetar ( buyuten – jawa ), mudah emosi, rabun mata. Jika berlanjut dapat menyebabkan penumpukan kolesterol pada pembuluh darah kapiler otak ( senilis ), radang otak dan stroke.

3. Gangguan Ginjal.

Menurunnya fungsi lever, akan meningkatkan kolesterol, racun dan penyakit pada darah. Hal ini mengharuskan ginjal bekerja lebih keras, lebih – lebih lagi dengan adanya tekanan darah tinggi. Jika berlanjut, ginjal akan bengkak, fungsi ginjal menurun sehingga ada urin yang tetap terikut darah walaupun telah disaring oleh ginjal. Urin yang terikut darah tersebut bersifat racun dan asam, biasa dikenal dengan asam urat ( purin ).  Timbunan asam urat akan menyebabkan sel- sel tubuh radang baik otot, jantung, lever ataupun otak.  Jika tertimbun di sendi, akan bereaksi dengan kalsium sehingga terjadi pertukaran ion antara kalsium dengan natrium. Hal ini menyebabkan pengendapan garam natrium di sendi, sendi bengkak dan radang, biasa disebut artitis ( gout ). Jika terjadi di tulang belakang disebut rematik.

4. Gangguan Paru – paru.

Tingginya asam urat dan koleserol darah, akan menyebabkan paru-paru radang dan bengkak, nafas sesak dan asma.

Untuk mengobati gangguan pencernaan, menghentikan auto intoxication, hanya ada satu cara yaitu mengkonsumsi obat yang bersifat colon cleansing. Dewasa ini sudah banyak obat colon cleansing, yang beredar di masyarakat, dengan segala merk dan pabrikanya.  Obat ini sebagian besar adalah produk import, berbentuk kapsul, kaplet dan ada yang cair. Biasanya pencernaan sudah kembali sehat, setelah mengkonsumsinya selama 1 – 2 bulan. Karena sebagian besar obat colon cleansing berasal dari luar negeri maka banyak masyarakat yang tidak mampu membelinya.

Sejak tahun 2008 sudah banyak produk dalam negeri yang mampu meng-colon cleansing dengan cepat. Dan syukur lagi harganya murah. Salah satu produk dalam negeri yang berfungsi untuk colon cleansing adalah Stater Imunitas produksi klinik pengobatan Bahasa  Alam.

Bakteri Sawo
Stater Imunitas mampu membersihkan usus kotor hanya dalam 1 minggu. Cocok untuk perawatan kesehatan dan pengobatan penyakit. Menjadi herbal pembuka dan pemercepat sebelum mengkonsumsi jamu yang lain.

Stater Imunitas adalah ekstrak buah sawo, labu, jagung, pisang, tomat, temu lawak, akar pisang yang difermentasikan secara anaerob dengan bakteri sawo. Diproduksi secara terbatas khusus untuk pasien sendiri. Tidak diperjual belikan secara umum.

Karena berisi bakteri hidup, maka harus disimpan ditempat yang sejuk. Bakteri ini ketika diminum akan memerangi bakteri usus yang merugikan ( phatogen ). Selain itu, bakteri ini akan meluruhkan kotoran yang lengket di dinding usus, sehingga usus kembali sehat.

Selain berfungsi colon cleansing, juga mempunyai manfaat lain :

1. menghilangkan panas dalam.

2. menghilangkan sembelit.

3. mengobati sariawan.

4. penurun panas (anti piretik).

5. menyehatkan liver, ginjal, jantung dan paru-paru.

6. meningkatkan imunitas tubuh.

7. Anti radang ( Antiinflamatory ).

8. Obat cacing ( Anthelmintic ).

9. Penambah stamina.

Untuk pemesanan stater imunitas dan konsultasi kesehatan hubungi klinik pengobatan bahasa alam hp. 08179535458  – 085640002313.